Noticias de Fútbol

Sikat PSS Sleman, Pelatih Borneo FC Keluhkan Ini

Sikat PSS Sleman, Pelatih Borneo FC Keluhkan Ini
Table of Contents
  1. Dominasi Babak Pertama dan Peluang yang Terbuang
  2. Pesan Tegas Saat Jeda dan Penderitaan di Akhir Laga
  3. Perubahan Posisi di Klasemen Sementara

Borneo FC Samarinda berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah PSS Sleman dalam laga pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa sore WIB (27/10/2026). Meski meraih tiga poin, pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo justru melontarkan keluhan terkait efektivitas penyelesaian akhir timnya.

Dominasi Babak Pertama dan Peluang yang Terbuang

Menurut Mauro Jeronimo, Pesut Etam tampil sangat dominan sejak awal pertandingan dan membombardir pertahanan tuan rumah. Ia menilai kemenangan yang diraih seharusnya bisa dengan skor yang jauh lebih telak jika para pemainnya mampu memanfaatkan peluang yang ada.

“Ini pertandingan yang gila. Saya pikir pada babak pertama kami bermain bagus. Kami menciptakan banyak peluang dan seharusnya bisa unggul setidaknya 3-0 saat turun minum,” ujar Mauro dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Pelatih asal Portugal tersebut menambahkan bahwa banjir peluang terus mengalir hingga babak kedua. Ia menyebut duel ini sebagai salah satu laga dengan kreasi kesempatan mencetak gol terbanyak selama ia memimpin skuad Borneo FC di ajang BRI Super League musim ini.

Pesan Tegas Saat Jeda dan Penderitaan di Akhir Laga

Situasi pertandingan sempat menguntungkan Borneo FC setelah penggawa PSS, Stefan Askovski, diganjar kartu merah pada menit ke-43. Kendati demikian, Mauro sudah mengantisipasi agar timnya tidak kehilangan fokus hanya karena unggul jumlah pemain.

Ia menyampaikan instruksi khusus kepada para pemainnya saat turun minum supaya tetap waspada penuh hingga pertandingan benar-benar selesai. Poin penting tersebut disampaikan karena dinamika di atas lapangan bisa berbalik kapan saja.

“Saya mengatakan kepada para pemain saat jeda bahwa meskipun Sleman mendapat kartu merah, hasil pertandingan belum tentu terjamin. Dalam sepak bola, banyak pertandingan bisa berubah meskipun salah satu tim bermain dengan kekurangan satu pemain,” jelas Mauro.

Memasuki pengujung laga, Borneo FC harus berjuang keras mempertahankan keunggulan akibat kegagalan mengunci hasil lebih awal yang memberikan celah bagi PSS untuk bangkit.

“Pada akhirnya, kami sebenarnya tidak perlu menderita pada menit-menit terakhir. Kami punya banyak kesempatan untuk mengakhiri pertandingan, tetapi tidak memanfaatkannya. Sepak bola memang seperti ini. Jika tidak mencetak gol, kami memberi lawan kesempatan,” sebutnya.

Perubahan Posisi di Klasemen Sementara

Kemenangan Borneo FC dipastikan berkat sumbangan gol dari Rahmad Dandy Sonriza pada menit ke-38 serta eksekusi Hugo Samir di menit ke-75. Sementara itu, PSS Sleman sempat memperkecil ketertinggalan lewat sundulan kepala Matheus Fornazari ketika waktu normal tersisa empat menit.

Tambahan tiga angka mengantar Borneo FC naik ke tangga ke-12 klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan raihan sembilan poin sekaligus memperbaiki posisi mereka di papan tengah.

Di sisi lain, hasil negatif ini membuat PSS tertahan pada posisi ke-15 dengan mengantongi empat poin, yang menempatkan Super Elang Jawa hanya terpaut satu angka saja dari Isenmulang Kalteng FC di batas atas zona degradasi.

You May Also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *